Cari 129 Korban Virgo Transport 8, SAR Andalkan ROV KRI Canopus

1 hour ago 1

Selasa, 15 September 2026 - 13:37 WIB

Jakarta, VIVA – Tim SAR Gabungan menyiapkan strategi pencarian bawah laut untuk menemukan 129 korban yang masih hilang dalam kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa.

Di tengah kondisi cuaca dan arus yang belum memungkinkan bagi penyelam untuk diturunkan, pencarian bawah laut akan mengandalkan teknologi Remotely Operated Vehicle (ROV) dari KRI Canopus-936.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan ROV menjadi salah satu teknologi yang akan dimanfaatkan untuk membantu pencarian di bawah permukaan laut.

”Kami akan melaksanakan pencarian underwater dengan menggunakan teknologi yang dimiliki oleh kapal Canopus tersebut, mulai dari kami memanfaatkan drone underwater-nya, kemudian multibeam echosounder, dan juga ROV yang ada dalam kapal tersebut,” kata dia, dikutip Selasa, 15 September 2026.

Penggunaan ROV menjadi opsi penting karena tim penyelam dari Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL dan penyelam khusus lainnya belum dapat dikerahkan.

Kondisi cuaca dinilai belum memungkinkan untuk menurunkan penyelam. Selain itu, keselamatan personel juga menjadi pertimbangan utama dalam melakukan pencarian di sekitar kapal yang terbalik.

”Karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan, sehingga teman-teman yang sudah kami siapkan baik itu dari Kopaska TNI AL, kemudian ada satu tim penyelam khusus juga yang disiapkan dari TNI AL, kemudian dari teman-teman Badan SAR Nasional, belum bisa kami turunkan,” katanya.

Pencarian bawah laut juga menghadapi tantangan karena posisi Kapal Virgo Transport 8 yang terbalik masih mengalami pergeseran.

Syafii menjelaskan, di dalam kapal masih terdapat sejumlah sekat dan ruang kosong. Kondisi tersebut membuat kapal yang terbalik dan mengapung masih dapat bergerak terbawa arus.

Pada 14 September 2026, posisi kapal disebut telah bergeser hingga 1,6 nautical mile dari titik awal kecelakaan.

”Dan ini menjadi kesulitan yang kedua pada saat tadi saya sampaikan ada kesulitan terkait dengan kondisi cuaca,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kondisi kapal yang terbalik juga membuat penyelaman tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Tim SAR harus mempertimbangkan berbagai risiko sebelum personel masuk dan melakukan pemeriksaan di bagian dalam kapal.

Karena itu, penggunaan ROV dari KRI Canopus menjadi salah satu alternatif untuk membantu melihat kondisi bawah laut tanpa langsung menempatkan penyelam dalam situasi berisiko.

Halaman Selanjutnya

Syafii mengatakan pihaknya masih membahas langkah selanjutnya bersama personel yang memiliki pengalaman dan kemampuan menghadapi kondisi tersebut.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |