Kenapa Ada Opsi KM Virgo Mau Ditenggelamkan? Ini Alasan Basarnas

1 hour ago 1

Selasa, 15 September 2026 - 14:00 WIB

Jakarta, VIVABasarnas membuka opsi menenggelamkan KM Virgo Transport 8 yang terbalik di Laut Jawa. Langkah tersebut dipertimbangkan agar posisi kapal tidak terus bergeser sehingga pencarian 129 korban yang masih hilang dapat dilakukan dengan lebih mudah.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan posisi kapal saat ini masih dapat berubah karena kondisi kapal yang terbalik dan mengapung. Pada Senin, 14 September 2026, bangkai kapal disebut telah bergeser sekitar 2,9 kilometer atau 1,6 nautical mile dari titik awal kejadian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karena itu, salah satu opsi yang muncul adalah membiarkan kapal tenggelam hingga berada di dasar laut. Langkah tersebut dinilai dapat membuat posisi kapal lebih stabil.

"Kalau dalam kondisi seperti ini dari teman-teman, masukan dari teman-teman dari TNI Angkatan Laut, malah kalau perlu tenggelam akan lebih baik kalau misalkan kapal itu diam karena memang posisi keberadaan kapal ini di kedalaman yang sebenarnya merupakan laut yang dangkal, jadi kira-kira di 30 meter," kata Mohammad Syafii kepada wartawan dikutip Selasa, 15 September 2026.

Opsi tersebut berkaitan erat dengan rencana pencarian bawah laut. Basarnas sebelumnya menyiapkan penyelam dari TNI AL dan Kopaska untuk mencari korban di sekitar maupun di dalam kapal.

Namun, kondisi kapal yang terbalik dan masih bergerak membuat pengerahan penyelam memiliki risiko tersendiri. Selain menenggelamkan kapal, Basarnas juga mempertimbangkan opsi membalik posisi bangkai kapal yang saat ini dalam keadaan tengkurap.

Menurut Syafii, membalik kapal dapat menjadi salah satu cara untuk mempermudah operasi pencarian sekaligus mengurangi risiko terhadap penyelam.

"Karena kalau misalkan kita memaksa, tadi yang saya sampaikan bahwa dalam kondisi kapal melayang memiliki risiko tersendiri. Kecuali kalau kondisi kapal itu dalam kondisi normal, misalkan karena bocor tenggelam tinggal katakanlah ujungnya, itu kalaupun ada apa-apa paling turun," tutur dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tapi kalau misalkan kondisi tengkurap pada saat misalkan tim penyelam itu masuk, tentunya memiliki risiko tersendiri dan operasi hanya bisa dilaksanakan apabila memenuhi ketentuan dan safety first, artinya jaminan aman," katanya.

Basarnas juga membahas opsi lain, yakni menarik atau menggeser bangkai kapal ke lokasi tertentu. Namun, langkah tersebut bukan perkara mudah karena ukuran dan berat kapal, ditambah kondisi cuaca yang belum mendukung.

Halaman Selanjutnya

"Karena itu bukan sesuatu yang mudah untuk bisa menggeser ataupun menarik. Apalagi dalam kondisi cuaca yang memang tidak dalam kondisi baik. Jadi itu menjadi pemikiran kita dan ini sedang dalam pembahasan serius kita. Kita akan melibatkan beberapa sumber untuk bisa mengambil tindakan ke depannya seperti apa," ucap dia.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |