Jakarta, VIVA – Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop), Faridah Faricha, menyampaikan bahwa pesantren memiliki kekuatan besar sebagai pengungkit ekonomi bangsa. Hal itu disampaikan dalam Forum Majelis pemberdayaan Indonesia sekaligus sosialisasi temu konsultasi data koperasi pondok pesantren di ponpes Mambaul Maarif Jombang.
“Ketika kita bicara industri pesantren, kita bicara bagaimana nilai luhur pesantren diterjemahkan menjadi kekuatan ekonomi yang produktif, mandiri, dan bermanfaat luas. Hal itu bisa dilakukan dengan membangun kepercayaan, meningkatkan kolaborasi dan jaringan, serta membangun nilai-nilai kegotong-royongan," kata Faridah dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 15 September 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia menjelaskan saat ini 49 persen pondok pesnatren telah memiliki usaha tercatat. Tantangannya, kata dia, memastikan aktivitas ekonomi pesantren tumbuh sehat, profesional san berkelanjutan di sinilah koperasi menjadi sangat relevan.
"Salah satu kekuatan koperasi pondok pesantren adalah semangat ke gotong royongan (Ta’Awun). Ta'awun Menemukan Bentuknya dalam Koperasi, termasuk koperasi pondok pesantren," ujar dia.
Ia menegaskan Pesantren mengajarkan ta'awun, kebersamaan, keadilan dan kebermanfaatan, koperasi menerjemahkannya menjadi ekosistem ekonomi sekaligus ruang belajar kewirausahaan bagi santri.
DPR Sebut Aset Sekolah hingga Pesantren Hasil Tindak Pidana Tetap Dirampas Tanpa Hilangkan Fungsinya
Habiburokhman sebut aset yang terbukti berasal dari tindak pidana tetap dapat diambil alih negara, tetapi sekolah, pesantren, maupun rs tetap bisa digunakan masyarakat
VIVA.co.id
14 September 2026

2 hours ago
1













