VIVA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kebijakan baru berupa kenaikkan tarif impor yang disebut Reciprocal Tariffs, atau tarif resiprokal (timbal balik) yang lebih tinggi, pada 2 April 2025.
Tercatat ada beberapa negara yang mengalami perubahan tarif impor, termasuk Korea Selatan sebesar 25 persen, yang artinya masih jauh lebih rendah dibandingkan Indonesia yang terkena 32 persen.
“Kami melindungi orang, dan mereka tidak melakukan apapun untuk kami. Ini sangat tidak adil selama bertahun-tahun. Sekarang sebagian dari uang itu akan kembali kepada kami dalam bentuk tarif,” ujar Trump, dikutip Korea JoongAng Daily, Sabtu 5 April 2025.
Sebelum kebijakan itu diumumkan pemerintah Korea Selatan sempat cemas, mengingat defisit perdagangan barang dari negaranya ke Amerika pada 2024 sebesar 66 miliar dollar, atau naik 30 persen dari 2023.
Hyundai Motor Group termasuk Kia belum ada rencana mengajukan banding atas tarif impor timbal balik yang dibebankan tersebut, mengingat nilainya tergolong rendah dibandingkan negar Asia lainnya.
Selain itu brand otomotif asal negeri gingseng tersebut juga sedang bekerjasama dengan General Motor (GM) sebagai merek Amerika Serikat untuk mengembangkan pusat manufakturnya di Goergia, Amerika Serikat.
Kolaborasi kedua brand beda negara itu telah menggelontorkan dana investasi besar-besaran, di mana pabrik mobil tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 696.100 ribu unit per tahun, dan 70 persennya dikendalikan GM.
Sehingga menjadi hal yang wajar jika kontribusinya terhadap Amerika Serikat dianggap menjadi salah satu penentu nilai tarif yang dibebankan, dan mobil Hyundai atau Kia yang dipasarkan sebagian besar dibuat lokal, tidak lagi impor.
Wakil Presiden Eksekutif Hubungan Investor Hyundai Motor Group, Koo Za-yong, mengatakan, mungkin butuh waktu, tetapi tujuan akhir perusahaan adalah melokalisasikan produksi untuk meminimalkan pengaruh ancaman tarif.
“Jika masalah tarif terwujud, Hyundai dapat menutupi hingga 80 persen penjualan AS dengan produksi AS untuk saat ini. Karena pabriknya di Alabama memiliki kapasitas 400 ribu mobil sementara pabrik di Georgia akan memiliki kapasitas 350 ribu unit,” tuturnya.
Industri otomotif atau kendaraan bermotor menjadi kategori nomor satu untuk ekspor Korea Selatan. Sehingga mereka gencar melakukan investasi besar-besaran di setiap negara, termasuk di negeri paman sam.
Masih menurut sumber yang sama, nilai ekspor kendaraan ke Amerika Serikat yang dicatat Korea Selatan pada tahun lalu mencapai 34,74 miliar dollar, atau menyumbang 27,2 persen dari total penjualan mereka ke luar negeri.
Tercatat beberapa mobil Hyundai yang tergolong laris manis di Amerika diantaranya All New Santa-Fe, Palisade, hingga beberapa model lain.
Halaman Selanjutnya
Sehingga menjadi hal yang wajar jika kontribusinya terhadap Amerika Serikat dianggap menjadi salah satu penentu nilai tarif yang dibebankan, dan mobil Hyundai atau Kia yang dipasarkan sebagian besar dibuat lokal, tidak lagi impor.