Jakarta, VIVA – Universitas Krisnadwipayana (Unkris) kembali mencetak prestasi dengan menerima penghargaan atas implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Tipologi 2 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) melalui Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III.
Penghargaan ini menjadi bukti pengakuan negara atas komitmen Unkris dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan.
Ketua Pengurus Yayasan Unkris, Amir Karyatin, menegaskan bahwa penghargaan yang diterima pada 24 Desember 2024 ini memiliki nilai strategis bagi Unkris.
“Tentunya ini akan memberikan motivasi bagi kami seluruh sivitas akademika Unkris bahwa pemerintah melalui LLDikti mengakui komitmen Unkris dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan,” kata Amir dalam keterangannya, Jumat 28 Februari 2025.
Ilustrasi pendidikan.
Photo :
- www.pixabay.com/DariuszSankowski
SPMI Tipologi 2 merupakan sistem penjaminan mutu yang lebih lanjut dari SPMI Tipologi 1, dengan standar pendidikan tinggi yang melampaui Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti). Sistem ini berfungsi untuk menumbuhkan dan mengembangkan budaya mutu di lingkungan perguruan tinggi.
Menurut Amir, keberhasilan Unkris dalam meraih penghargaan ini tidak terlepas dari kemampuannya memenuhi kriteria utama SPMI, termasuk ketersediaan dokumen formal, bukti sahih pengembangan budaya mutu, serta efektivitas sistem penjaminan mutu.
Unkris mengintegrasikan SPMI dengan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME), dan melibatkan seluruh sivitas akademika, gugus mutu, auditor, serta komitmen pimpinan universitas.
“Keberhasilan ini tidak terlepas dari tekad Unkris melalui budaya kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, dan kerja tuntas yang dianut oleh semua elemen di Unkris,” ujar Amir.
Pencapaian ini memberikan dampak positif bagi Unkris dalam berbagai aspek, mulai dari peningkatan reputasi universitas, jaminan kualitas pendidikan yang lebih baik, hingga membuka peluang kerja sama tingkat nasional dan internasional.
Unkris saat ini telah berkolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi di Jabodetabek serta lima negara, yakni Malaysia, Meksiko, Jepang, Timor Leste, dan Rusia.
Ke depan, Unkris berkomitmen mempertahankan dan meningkatkan standar kualitasnya.
Berikut beberapa langkah strategis yang direncanakan antara lain:
1. Pelatihan bagi dosen dan karyawan terkait SPMI dan peningkatan mutu SDM.
2. Peningkatan kualitas akademik dan operasional secara berkelanjutan.
3. Memperkuat kerja sama dengan institusi dalam dan luar negeri.
“Hal-hal yang sudah baik akan kita pertahankan, dan beberapa yang masih menjadi catatan akan terus kita tingkatkan,” kata Amir.
Dengan penghargaan ini, Unkris semakin menunjukkan eksistensi sebagai perguruan tinggi yang berorientasi pada mutu dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.
Halaman Selanjutnya
Unkris mengintegrasikan SPMI dengan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME), dan melibatkan seluruh sivitas akademika, gugus mutu, auditor, serta komitmen pimpinan universitas.