Jakarta, VIVA – Saat berkendara, banyak hal yang perlu diperhatikan agar mobil tetap dalam kondisi prima. Salah satu komponen penting yang sering luput dari perhatian adalah aki.
Aki mobil berperan sebagai sumber tenaga utama untuk menghidupkan mesin dan berbagai sistem elektronik.
Jika aki mengalami masalah, mobil bisa mogok mendadak dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Bagi pengemudi wanita, memahami cara merawat aki dengan benar sangatlah penting.
Pasalnya, banyak kebiasaan yang tanpa disadari dapat mempercepat usia pakai aki. Jika dibiarkan, hal ini bisa membuat aki cepat tekor dan bahkan harus diganti lebih sering dari seharusnya.
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui kebiasaan apa saja yang dapat merusak aki dan bagaimana cara mencegahnya.
Lalu, apa saja kebiasaan yang bisa menyebabkan aki mobil cepat tekor? Berikut VIVA rangkum dari laman resmi Astra Daihatsu Motor:
1. Mobil yang Jarang Digunakan
Salah satu penyebab utama aki soak adalah mobil yang jarang digunakan. Perlu diketahui, mobil yang lama tidak digunakan membuat mesin tidak memanas.
Secara otomatis, aki tidak akan mendapat suplai listrik yang cukup. Akibatnya, kapasitas kinerja aki akan kurang maksimal. Lama kelamaan, aki menjadi tekor dan kendaraan sulit dihidupkan.
Satu-satunya gejala kerusakan aki yang bisa dideteksi akibat mobil yang jarang digunakan adalah semua komponen listrik tidak menyala dengan sempurna.
Cara mengatasi aki tekor adalah dengan selalu memanaskan mobil meski tidak sedang bepergian. Panaskan mobil setidaknya satu kali seminggu agar asupan tegangan listrik ke aki bekerja optimal.
2. Aksesoris Mobil yang Berlebihan
Modifikasi mobil memang menyenangkan, tetapi beberapa aksesoris dapat menguras tenaga aki secara berlebihan. Beberapa pengemudi sering menambahkan aksesoris tanpa memperhatikan kapasitas aki mobil.
Akibatnya, kekuatan aki berkurang dan tidak optimal untuk menghidupkan mesin.
Salah satu aksesoris yang dapat menyita tenaga aki adalah sistem audio.
Sistem audio membutuhkan daya listrik yang besar. Jika sistem audio berkapasitas besar dibiarkan tanpa penyesuaian aki, lama-kelamaan aki akan tersedot habis, menyebabkan mobil sulit distarter.
Mobil mewah Toyota Alphard mogok di jalan tol
Photo :
- Twitter @TMCPoldaMetro
3. Intensitas Penggunaan Mobil
Penggunaan mobil secara terus menerus juga dapat membuat aki tekor.
Mobil yang digunakan dengan intens tentu membutuhkan daya listrik yang cukup besar. Hal ini memaksa aki bekerja ekstra untuk menyalurkan tegangan listrik.
Penggunaan mobil yang berlebihan dapat mengurangi umur pemakaian komponen, termasuk aki.
Oleh karena itu, penting untuk mengatur intensitas penggunaan mobil agar tidak memperpendek masa pakai aki.
4. Penggunaan Lampu Proyektor HD
Sama seperti sistem audio, penggunaan lampu proyektor yang tidak sesuai dengan standar juga dapat menyita daya listrik aki.
Sebelum menambahkan lampu proyektor HD, pengemudi mobil sebaiknya mengecek spesifikasi lampu untuk mengetahui berapa daya listrik yang dibutuhkan.
Jika diperlukan, ganti aki dengan yang memiliki amper lebih besar untuk menyesuaikan kebutuhan listrik lampu.
5. Lupa Mematikan Lampu atau AC Mobil
Salah satu kebiasaan yang sering terjadi adalah lupa mematikan lampu atau AC mobil setelah mesin dimatikan.
Jika dibiarkan, hal ini akan menguras daya aki secara perlahan, terutama saat mobil tidak digunakan dalam waktu lama.
Pengemudi sebaiknya membiasakan diri untuk selalu memeriksa kondisi lampu, AC, dan perangkat elektronik lainnya sebelum meninggalkan mobil.
Hal ini dapat mencegah aki cepat tekor dan menjaga kondisi listrik mobil tetap stabil.
Halaman Selanjutnya
1. Mobil yang Jarang Digunakan