Polda Metro Jaya Usut Kasus Dugaan Pengelapan Dana Arisan Bodong Rp1,8 Miliar yang Libatkan Selebgram

3 days ago 8

Rabu, 26 Maret 2025 - 21:46 WIB

Jakarta, VIVA – Polda Metro Jaya mulai mengusut laporan dugaan penggelapan dan penipuan arisan bodong yang melibatkan seorang selebgram berinisial RAW alias AL.

Laporan itu diajukan oleh korban yang mengaku mengalami kerugian hingga miliaran rupiah akibat arisan yang dikelola RAW.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi mengungkapkan, kasus ini bermula dari para korban yang mengikuti arisan buatan RAW dengan jumlah setoran awal yang bervariasi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi

"Awal kejadian, pelapor selaku salah satu korban menerangkan bahwa pada awalnya para korban melakukan arisan kepada terlapor, dengan memberikan setoran awal yang bervariasi. Pada awalnya arisan berjalan lancar," ujar Ade Ary kepada wartawan, Rabu, 26 Maret 2025.

Namun, sejak Oktober 2024, pembayaran keuntungan mulai tersendat. RAW disebut tidak lagi menyetorkan dana kepada peserta arisan, hingga akhirnya korban mengalami kerugian besar.

"Hingga saat ini tidak ada itikad baik dari terlapor untuk bertanggung jawab. Atas kejadian tersebut, korban merasa dirugikan dengan total Rp1.834.150.000," kata Ade Ary.

Kasus ini kini dalam penanganan Ditreskrimum Polda Metro Jaya dengan dugaan pelanggaran Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan/atau Pasal 372 KUHP tentang penggelapan, yang masing-masing memiliki ancaman hukuman penjara maksimal empat tahun.

Selebgram RAW dilaporkan oleh salah satu korban, Lisa Amelia, yang mengalami kerugian hampir Rp982 juta akibat investasi arisan yang ternyata bodong.

"Saya baru selesai buat laporan terhadap A atas kasus penipuan dan penggelapan juga. Karena kan kita ketipu arisan, investasi gitu," kata Lisa, dikutip Rabu.

Laporan Lisa terdaftar dengan nomor LP/B/2085/III/2025/SPKT/POLDAMETROJAYA. Ia mengaku awalnya tak menaruh kecurigaan karena RAW sering memamerkan gaya hidup mewah di media sosial.

"Awalnya sih, arisan berjalan dengan lancar. Tapi, sampai bulan Oktober 2024, harusnya itu banyak pencairan. Tapi, dia enggak transfer. Sudah mulai seret. Dan kita pun semua baru pada tahu," ujarnya.

Lisa tertarik ikut arisan karena RAW terlihat memiliki bisnis berlian dan sering bepergian ke luar negeri.

"Ada keuntungan 3 persen, 5 persen, berbeda-beda per setiap orang. Karena saya percaya juga karena dia punya toko berlian. Dia juga di sosmed, IG, kelihatannya hedon, jalan-jalan ke luar negeri, jadi saya percaya," tuturnya.

Saat ini, Polda Metro Jaya terus mendalami kasus ini dan mengumpulkan bukti-bukti tambahan. Korban lainnya diimbau untuk segera melapor agar proses hukum dapat berjalan lebih cepat.

Halaman Selanjutnya

"Saya baru selesai buat laporan terhadap A atas kasus penipuan dan penggelapan juga. Karena kan kita ketipu arisan, investasi gitu," kata Lisa, dikutip Rabu.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |