Jakarta, VIVA – Bulan Ramadan tidak hanya menjadi waktu suci bagi umat Muslim untuk meningkatkan ibadah, namun juga dapat menjadi ruang refleksi dan ekspresi diri bagi pelaku industri kreatif serta komunitas yang haus akan kolaborasi dan kontribusi sosial. Dalam konteks ini, Ramadan menjadi bulan yang tidak hanya syarat dengan spiritualitas, tetapi juga penuh peluang bagi kreativitas dan penguatan jejaring antar individu dan kelompok produktif.
Fenomena ini tampak dalam penyelenggaraan Safari Bazaar RINS Kombis Putaran ke-13 yang berlangsung pada 21–22 Maret 2025. Scroll lebih lanjut ya.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Rahasia Investasi Sukses (RINS) bersama Komunitas Bisnis (Kombis) ini tidak hanya menghadirkan festival kuliner dan bazaar UKM, tetapi juga merangkul semangat Ramadan dengan menyelenggarakan buka puasa bersama dan santunan anak yatim di seluruh lokasi bazaar.
Namun yang menjadikan Safari Bazaar begitu istimewa adalah penyatuannya antara aspek ibadah dan sosial dengan ruang aktualisasi seni dan kolaborasi kreatif. Sebagaimana disampaikan oleh , Safari Bazaar bukan hanya ajang perdagangan tetapi juga menjadi panggung inspiratif bagi anak muda dan komunitas.
“Safari Bazaar RINS Kombis putaran ke-13 ini diselenggarakan dengan beberapa tujuan utama, antara lain: Meningkatkan omzet merchant peserta bazaar melalui program free bazaar sekaligus membantu mengurangi potensi PHK di sektor usaha kecil dan menengah serta Mendukung anak-anak muda untuk berkarya, berbisnis, membangun branding dan memperluas networking,” kata Ruby Herman, CEO RINS Kombis dalam keterangannya.
Ramadan, yang identik dengan ketenangan batin dan peningkatan kualitas spiritual, nyatanya tidak menghalangi semangat produktivitas. Dalam suasana penuh berkah ini, Safari Bazaar berhasil memanfaatkan momentum untuk menghadirkan kegiatan yang edukatif dan merangsang kreativitas masyarakat. Berbagai pertunjukan seni seperti tari, sulap, wushu, nyanyi, hingga penampilan DJ turut mewarnai bazaar. Bahkan, terdapat lomba hafalan Quran, lomba mewarnai, talkshow, fashion show, serta sesi berbagi dari para puteri kecantikan, influencer, dan seniman lokal.
“Acara bazaar ini juga diupayakan bisa mendorong pertumbuhan perekonomian Indonesia dengan menciptakan peluang usaha yang lebih luas bagi para pelaku UKM, Menjadi ruang interaksi bagi komunitas bisnis dan kreatif, mempertemukan berbagai pihak untuk berkolaborasi dan bertukar wawasan serta menjadi ajang unjuk bakat (Talent Show) yang menampilkan berbagai pertunjukan seni, termasuk pertunjukan tari, sulap, silat / wushu, nyanyi dan penampilan DJ guna memberikan ruang bagi individu berbakat untuk dikenal lebih luas,” tambah Ruby Herman.
Pernyataan tersebut menggarisbawahi bahwa Ramadan bukan penghalang bagi kegiatan kreatif, melainkan justru memperkuat semangat untuk berbagi manfaat, memperluas jaringan, dan menciptakan ruang-ruang kolaborasi lintas disiplin. Seni dan spiritualitas pun berjalan beriringan, membentuk suasana yang harmonis antara kesalehan dan produktivitas.
Kehadiran para Puteri Indonesia, Miss Nusantara, Miss Hijab Indonesia, serta para kontestan pageant dan influencer lainnya di acara ini tidak hanya memberikan warna, tetapi juga menjadi simbol bahwa dunia seni, fashion, dan budaya memiliki tempat yang penting dalam dinamika sosial Ramadan.
“Selain ada live music performance dan berbagai hiburan lainnya yang berlangsung dengan meriah, hadirnya para para Puteri Kecantikan di bazaar ini juga merupakan daya tarik utama, Puteri Indonesia hadir dalam bazaar ini memberikan inspirasi bagi generasi muda yang ingin terjun ke dunia bisnis, fashion, maupun industri kreatif,” terang Ruby Herman.
Ramadan 2025 melalui Safari Bazaar membuktikan bahwa ibadah tidak harus diam dan terpisah dari kehidupan sosial. Justru dalam bulan penuh rahmat ini, kolaborasi, edukasi, dan ekspresi seni menemukan momentumnya. Di tengah deretan stand bazaar, dentuman musik, dan lantunan ayat suci, tercipta ruang inklusif di mana setiap orang—baik pedagang, seniman, pendidik, maupun publik figur—dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Halaman Selanjutnya
Source : vstory