Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Rumah di Pamulang-Sawangan, Warga Keluhkan Hal Ini

1 week ago 17

Minggu, 6 September 2026 - 09:21 WIB

Pamulang, VIVA – Gunung Anak Krakatau yang berada di perairan Selat Sunda mengalami erupsi sejak Jumat malam 4 September hingga Sabtu 5 September 2026. Erupsi ini menyebabkan kekhawatiran di masyarakat mengenai potensi tsunami di sekitar Kawasan Selat Sunda.

Pada Minggu, 6 September 2026, rumah warga di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan dipenuhi abu vulkanik imbas erupsi Gunung Anak Krakatau. Salah satu warga Pamulang bernama Nency Novriani mengeluhkan rumahnya dipenuhi abu vulkanik Gunung Krakatau.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Abu atau debu vulkanik Gunung Anak Krakatau sampai ke rumah saya sejak subuh tadi. Kaget pas bangun tidur, rumah, lantai semuanya berdebu," kata Nency.

Debu Vulkanik Sampai ke Rumah Warga di Pamulang

Photo :

  • VIVA/Rahmat Fatahillah Ilham

Tak hanya itu, Nency juga mengeluhkan adanya bau tak sedap di rumahnya imbas abu vulkanik tersebut. Ia menjelaskan abu atau debu vulkanik Anak Krakatau itu juga berdampak ke barang elektroniknya.

"Satu rumah juga jadi bau, bau nya aneh gitu. Nggak sedap baunya. Semua barang jadi berdebu, takut rusak," ujar dia.

Tak hanya di Pamulang, abu vulkanik Gunung Anak Krakatau juga mencapai rumah warga di Sawangan, Depok, Jawa Barat. Salah seorang warga di Sawangan mengeluhkan rumahnya dipenuhi abu vulkanik berwarna merah.

"Bangun pagi, kaget rumah udah berdebu banyak warna merah. Debu dari Gunung Anak Krakatau ini," kata dia.

Sebagai informasi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM memastikan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, tidak berpotensi memicu tsunami.

Kepala PVMBG Badan Geologi Rita Susilawati mengatakan hasil evaluasi menunjukkan tubuh Gunung Anak Krakatau yang terbentuk kembali setelah erupsi 22 Desember 2018 masih relatif kecil sehingga tidak berpotensi mengalami keruntuhan dalam skala yang dapat memicu tsunami.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Untuk tsunami, hasil evaluasi kami, pertumbuhan tubuh Gunung Anak Krakatau yang terbentuk kembali ini masih relatif kecil dan tidak berpotensi yang dapat memicu tsunami," kata Rita di Bandung, Sabtu.

Ia menjelaskan, Gunung Anak Krakatau saat ini masih mengalami proses pembentukan kubah lava baru setelah sebelumnya terjadi runtuhan tubuh gunung tersebut.

Halaman Selanjutnya

Berdasarkan hasil pemantauan, perkembangan tubuh Gunung Anak Krakatau saat ini masih dalam skala yang belum dapat memicu tsunami.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |