BRI Cetak Laba Rp31,2 Triliun hingga Triwulan II 2026, Kredit Tumbuh 16,2 Persen

2 weeks ago 10

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:34 WIB

VIVA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatat perkembangan positif sepanjang enam bulan pertama 2026. Di tengah dinamika ekonomi yang masih penuh tantangan, bank dengan kode saham BBRI tersebut berhasil membukukan laba bersih Rp31,2 triliun hingga akhir triwulan II 2026.

Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan 17,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, peningkatan laba bukan satu-satunya catatan menarik dari kinerja BRI. Sejumlah indikator lain juga memperlihatkan adanya perbaikan dari sisi efisiensi, pendanaan, hingga kualitas aset.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menilai capaian tersebut menjadi tanda bahwa pertumbuhan perseroan mulai kembali menguat. Meski demikian, ekspansi tetap dilakukan dengan mempertimbangkan risiko dan kualitas bisnis.

“Kinerja kita ‘growth is back’, strong, kita bisa lihat pertumbuhan profit kita cukup bagus. Sementara kualitas pertumbuhan, dari sisi disiplin pertumbuhan tetap kita jaga. Dan kita yakin, kita optimis ke depan. Namun demikian, prudential banking dan prinsip kehati-hatian tetap kita jaga ke depannya,” kata Hery dalam konferensi pers di Jakarta pada Senin, 31 Agustus 2026. 

Kredit BRI Tumbuh 16,2 Persen

Salah satu penopang utama kinerja BRI berasal dari pertumbuhan penyaluran kredit. Hingga Juni 2026, total kredit yang disalurkan mencapai Rp1.646 triliun, meningkat 16,2 persen secara tahunan.

Pertumbuhan kredit tersebut berjalan seiring dengan peningkatan skala bisnis. Total aset BRI tercatat Rp2.352 triliun atau tumbuh 11,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp1.581 triliun dengan pertumbuhan 6,7 persen secara tahunan. BRI juga semakin mengarahkan perhatian pada kualitas sumber pendanaan melalui peningkatan dana murah atau CASA.

Rasio CASA pada triwulan II 2026 mencapai 67,6 persen, naik dari 65,5 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut turut membantu menekan biaya dana perseroan.

Secara bank only, cost of fund turun dari 3,0 persen menjadi 2,4 persen. Kondisi tersebut memberikan ruang yang lebih baik bagi BRI untuk menjaga kinerja margin sekaligus meningkatkan efisiensi pendanaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Efisiensi Ikut Membaik

Pertumbuhan bisnis juga diikuti dengan perbaikan efisiensi operasional. Hal ini terlihat dari cost to income ratio (CIR) yang turun dari 41,9 persen pada triwulan II 2025 menjadi 39,2 persen pada periode yang sama tahun ini.

Halaman Selanjutnya

Perbaikan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan skala bisnis BRI turut disertai dengan kemampuan mengendalikan biaya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |