Jelang HUT ke-81, TNI Gelar PRIMAROX 2026: Peserta Ditantang Lari hingga Angkat Ban 84 Kg

2 weeks ago 14

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:44 WIB

VIVA PRIMAROX 2026 akan digelar di Hall 8–9 ICE BSD, Tangerang, pada 26 September 2026, sebagai bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI). 

Ketua Panitia PRIMAROX 2026, yang juga menjabat Komandan Satuan 81 Kopassus Kolonel Inf Subandi, mengatakan ajang ini mengusung konsep hybrid fitness race, sehingga peserta tidak hanya mengandalkan kemampuan berlari, tetapi juga kekuatan dan daya tahan tubuh untuk menyelesaikan sejumlah station.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"PRIMAROX 2026 ini kita rancang sebagai hybrid fitness race yang menggabungkan antara lari dengan berbagai macam obstacle atau rintangan," kata Subandi di Jakarta Selatan, Jumat 28 Agustus 2026.

Kompetisi ini, lanjutnya, terbuka bagi masyarakat umum, termasuk komunitas fitness, atletik, Sparko, CrossFit, serta peserta dari kalangan TNI dan Polri.

Panitia menyediakan sejumlah kategori pertandingan, yakni Single, Double, dan Relay. Untuk kategori Single tersedia nomor Men dan Women. Sementara kategori Double terdiri atas Men, Women, dan Mixed. Adapun kategori Relay diikuti satu tim yang terdiri dari empat orang dengan nomor Men dan Women.

"Total kuota peserta yang disediakan mencapai 3.500 racer. Sistem tersebut memungkinkan peserta memilih format pertandingan sesuai kemampuan dan pengalaman masing-masing," kata Subandi.

Pada kesempatan yang sama, Kolonel Infanteri Eka Wira Dharmawan atau yang akrab disapa 'King Sparko' menjelaskan, saat berlari, Peserta akan melewati delapan station. 

Salah satu station yang dianggapnya paling sulit yakni tire flip, di sini peserta akan diminta membalikkan ban dengan berat 84 kilogram. Peserta pria diwajibkan melakukan 10 kali flip, sedangkan peserta perempuan delapan kali.

Setelah menyelesaikan station tersebut, peserta kembali berlari sejauh satu kilometer sebelum menghadapi tantangan berikutnya, yakni Sled Pull. Beban Sled Pull yang digunakan mencapai 103 kilogram untuk pria dan 78 kilogram untuk perempuan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tantangan kemudian berlanjut ke Burpee Broad Jump sejauh 80 meter. Setelah itu peserta kembali menempuh lari satu kilometer sebelum masuk ke station kelima, yakni Rowing sejauh 1.000 meter.

Unsur militer kembali terlihat pada station keenam melalui Ammo Carry. Tantangan ini, kata Eka, menggantikan Farmer Carry yang umum ditemukan dalam kompetisi hybrid fitness race.

Halaman Selanjutnya

"Pada Ammo Carry, peserta membawa dua kotak dengan beban berbeda berdasarkan kategori. Peserta pria membawa beban 20 kilogram di sisi kanan dan 20 kilogram di sisi kiri, sedangkan peserta perempuan membawa masing-masing 15 kilogram. Jarak yang harus ditempuh mencapai 200 meter," jelas Eka. 

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |