Kenapa Sistem Kesehatan Terfragmentasi Bisa Berbahaya? Ini Solusi yang Mulai Dilirik Asia

5 hours ago 4

Jumat, 27 Maret 2026 - 20:35 WIB

Singapura, VIVA – Perkembangan sistem layanan kesehatan di Asia menunjukkan arah yang semakin jelas: integrasi dan kolaborasi lintas layanan menjadi kunci utama dalam meningkatkan kualitas perawatan pasien. Pendekatan ini dinilai mampu menjawab berbagai tantangan klasik, mulai dari layanan yang terfragmentasi hingga keterbatasan akses dan koordinasi antar fasilitas kesehatan.

Isu tersebut kembali mengemuka dalam ajang Healthcare Asia Awards 2026 yang digelar di Singapura pada 26 Maret 2026. Salah satu kategori yang menjadi perhatian adalah Clinical Ecosystem of the Year, yang menyoroti pentingnya ekosistem layanan kesehatan terintegrasi dalam menciptakan pengalaman pasien yang lebih menyeluruh. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Konsep clinical ecosystem sendiri merujuk pada sistem layanan kesehatan yang menghubungkan berbagai titik perawatan—mulai dari pencegahan, diagnosis, pengobatan, hingga pemulihan—dalam satu alur yang terkoordinasi. Dengan pendekatan ini, pasien tidak lagi harus berpindah-pindah layanan secara terpisah, melainkan mendapatkan perawatan yang lebih terarah, efisien, dan berkelanjutan.

Pakar kesehatan menilai bahwa model ini berpotensi meningkatkan patient safety serta mengurangi risiko kesalahan medis akibat kurangnya integrasi data. Selain itu, sistem yang terhubung juga memungkinkan tenaga medis mengambil keputusan klinis dengan lebih cepat dan akurat, terutama ketika didukung oleh teknologi digital seperti rekam medis elektronik dan kecerdasan buatan (AI).

Sejalan dengan itu, CEO Bethsaida Healthcare, Norman Daulay, menilai bahwa perubahan menuju sistem terintegrasi merupakan kebutuhan yang tidak terelakkan dalam dunia medis modern.

“Penghargaan ini mencerminkan sebuah perubahan mendasar dalam dunia kesehatan, dari layanan yang terfragmentasi menjadi ekosistem klinis yang terintegrasi. Di Bethsaida Healthcare, kami membangun jaringan layanan yang menghubungkan pencegahan, diagnosis, pengobatan, hingga pemulihan dalam satu perjalanan pasien yang menyeluruh dan berkesinambungan,” ujar Norman Daulay, dalam keterangannya, dikutip Jumat 27 Maret 2026. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan pengembangan sistem tersebut tidak terlepas dari kolaborasi tenaga medis dan seluruh elemen layanan kesehatan.

“Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim, termasuk dokter dan tenaga medis yang setiap hari berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi pasien. Kami bersyukur dapat mewakili Indonesia di tingkat internasional dan akan terus berupaya meningkatkan standar layanan kesehatan ke depan,” lanjut Norman Daulay.

Halaman Selanjutnya

Transformasi digital menjadi salah satu pilar penting dalam pengembangan ekosistem ini. Implementasi smart hospital, integrasi data pasien secara real-time, serta penggunaan teknologi berbasis AI dinilai mampu meningkatkan kualitas diagnosis dan efektivitas pengobatan. Namun, tantangan seperti kesiapan infrastruktur, keamanan data, serta adaptasi tenaga kesehatan masih menjadi pekerjaan rumah di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |