Purbaya Tegaskan Ekonomi RI Masih Jauh dari Krisis, Buktinya Jalanan Macet dan Warga Ramai Belanja

4 hours ago 4

Jumat, 27 Maret 2026 - 21:20 WIB

Jakarta, VIVA – Pemerintah menegaskan kondisi perekonomian Indonesia saat ini masih berada dalam jalur pertumbuhan yang solid. Di tengah tekanan global yang masih membayangi, ekonomi domestik dinilai tetap ekspansif dan belum menunjukkan tanda-tanda menuju krisis.

Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Ia mengatakan, berbagai indikator ekonomi menunjukkan kinerja yang positif. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu indikator yang menjadi sorotan adalah kuatnya daya beli masyarakat, terutama selama periode Lebaran yang baru saja berlangsung. 

“Siapa yang bilang krisis? Baru Lebaran kemarin kan? Di mana-mana macet, di semua tempat pada belanja," ujar Purbaya di kantornya Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat, 27 Maret 2026.

"Artinya, daya beli ada dan kalau kita lihat, dari indikator-indikator yang ada, (ekonomi) kita memang sedang gerak lebih cepat,” sambungnya. 

Ia menjelaskan bahwa peningkatan aktivitas konsumsi masyarakat menjadi sinyal penting bahwa ekonomi masih bergerak. Selain itu, sejumlah indikator lain seperti survei konsumen, indeks PMI manufaktur, hingga penjualan kendaraan juga menunjukkan tren yang menguat.

“Kan saya lihat dari survei konsumen, survei PMI, survei pembelian mobil, motor. Katanya naik semua, kenceng kan? Kalau itu enggak naik, saya enggak bisa bilang (ekonomi) naik,” ujarnya.

Lebih lanjut, pemerintah juga disebut mampu mengendalikan dampak dari gejolak eksternal, termasuk kenaikan harga minyak dunia. Melalui kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), tekanan global dinilai tidak langsung membebani masyarakat.

Purbaya menambahkan, prospek ekonomi Indonesia ke depan juga masih menunjukkan arah ekspansi dalam beberapa tahun mendatang. Ia optimistis tren pertumbuhan ini dapat terus berlanjut hingga akhir dekade.

“Jadi kita jauh dari krisis, kita malah ekspansi terus. Kalau bola kristal yang saya bilang, leading economic index kita enggak salah sampai nanti 2029-2030 kita ekspansi terus,” tuturnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan, menurutnya, sejumlah ekonom di luar pemerintah juga memberikan proyeksi yang cukup optimistis terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dalam kondisi global yang tidak menentu, pertumbuhan di atas 5 persen dinilai sudah sangat baik.

“Saya tanya orang di luar pemerintah, berapa prediksi kamu? 5,7 persen bisa, katanya. Menurut saya, di atas 5,5 persen sudah bagus dalam kondisi sekarang,” tambahnya.

Halaman Selanjutnya

Untuk menjaga momentum tersebut, pemerintah terus memastikan likuiditas di dalam sistem ekonomi tetap terjaga. Selain itu, belanja negara juga didorong agar terealisasi tepat waktu guna mendukung aktivitas ekonomi.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |