SUV Baru Ini Diam-Diam Diuji Tabrak, Teknologinya Bikin Melongo

5 hours ago 4

Jumat, 27 Maret 2026 - 21:03 WIB

China, VIVA - Kolaborasi antara Chery dan Jaguar Land Rover kembali mencuri perhatian. Jelang peluncuran resminya pada 31 Maret 2026, model terbaru yang mengusung nama Freelander SUV kepergok tengah menjalani uji tabrak di fasilitas pengujian di China.

Dilansir VIVA Otomotif dari Rushlane, Jumat 27 Maret 2026, kehadiran Freelander terbaru ini menarik, karena nama tersebut sebelumnya identik dengan lini SUV kompak milik Land Rover. Namun kini, nama Freelander dihidupkan kembali sebagai entitas terpisah, tidak masuk dalam strategi “House of Brands” Jaguar Land Rover yang mencakup Range Rover, Defender, Discovery, dan Jaguar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari foto uji tabrak yang beredar, terlihat unit menggunakan label “Chery Auto” dan “C-NCAP”. Kerusakan pada bagian samping kendaraan mengindikasikan pengujian jenis side pole impact, yang bertujuan menguji perlindungan struktur bodi terhadap benturan dari samping.

Secara tampilan, Freelander terbaru tetap mempertahankan karakter SUV khas Land Rover dengan desain mengotak. Siluetnya mengingatkan pada Land Rover Discovery, dengan sentuhan modern seperti lampu depan berbentuk persegi, gril tertutup, serta kap mesin model clamshell. Identitas “Freelander” juga ditampilkan jelas di bagian depan dan belakang.

Masuk ke sisi teknologi, SUV ini menunjukkan pendekatan yang cukup progresif. Terlihat adanya modul LiDAR di bagian depan dan belakang, yang mengindikasikan kesiapan sistem bantuan pengemudi tingkat lanjut. Fitur ini akan didukung teknologi ADAS Level 2+ yang dikembangkan bersama Huawei.

Dari sisi kabin, Freelander akan hadir dalam konfigurasi enam penumpang (2+2+2). Interiornya dilengkapi layar memanjang di bawah kaca depan serta layar tengah berukuran besar model melayang. Sistem infotainment dan panel digitalnya ditenagai chip dari Qualcomm.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, penggunaan baterai dari CATL menjadi salah satu nilai tambah, mengingat reputasi perusahaan tersebut dalam menghadirkan baterai dengan kepadatan energi tinggi dan standar keselamatan yang baik. Fitur lain yang disematkan antara lain pengisian daya nirkabel ganda, ruang penyimpanan luas, serta kursi baris kedua dengan fungsi “zero gravity”.

Untuk sektor dapur pacu, Freelander akan tersedia dalam dua pilihan, yaitu Battery Electric Vehicle (BEV) dan Extended Range Electric Vehicle (EREV). Khusus versi listrik murni, dikabarkan akan menggunakan sistem tegangan tinggi 800V yang memungkinkan pengisian daya lebih cepat. Seluruh varian juga disebut akan mengusung sistem penggerak semua roda (AWD).

Halaman Selanjutnya

Dari sisi harga, SUV ini diperkirakan dibanderol mulai 400.000 yuan atau sekitar Rp 540 jutaan. Selain dipasarkan di China, Freelander juga disiapkan untuk pasar Timur Tengah, dengan peluang ekspansi ke pasar global di tahap berikutnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |