Jakarta, VIVA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan Tim Biro Hukum akan mendampingi penyidik, AKBP Rossa Purbo Bekti menghadapi gugatan perdata mantan Anggota Bawaslu RI, Agustiani Tio Fridelina di Pengadilan Negeri Bogor.
"KPK melalui tim biro hukum melakukan pendampingan kepada penyidik KPK saudara Rossa Purbo Bekti dalam hal menghadapi gugatan perdata dari saudari penggugat saudari AT di PN Bogor," ujar Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika kepada wartawan, Jumat 11 April 2025.
Tessa menerangkan, tim biro hukum KPK bakal terus mengawal Rossa Purbo selama sidang di PN Bogor. Pasalnya, tindakan yang dijadikan alasan menggugat Rossa, merupakan tindakan yang sifatnya tugas negara bukan untuk kepentingan pribadi.
"KPK meyakini bahwa tindakan yang digugat tidak masuk ke ranah pribadi dan merupkan bagian dari penugasan, sehingga KPK berharap hakim dapat menolak gugatan tersebut," kata Tessa.
Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika di gedung KPK
Photo :
- VIVA.co.id/Zendy Pradana
Diberitakan sebelumnya, Penyidik KPK AKBP Rossa Purbo Bekti menjalani sidang soal gugatan perdata yang diajukan oleh mantan anggota Bawaslu RI, Agustiani Tio Fridelina. Sidang digelar di Pengadilan Negeri Bogor, Rabu 9 April 2025.
IM57+ Institute mengaku bakal mendampingi secara penuh Rossa Purbo Bekti dalam menghadapi sidang di PN Bogor.
"Kami akan memberikan pendampingan atau advokasi terhadap penyidik senior KPK yang selama ini telah berjuang memberantas korupsi yang hari ini ada sidang gugatan di PN Bogor," ujar mantan penyidik KPK, Yudi Purnomo kepada wartawan, Rabu 9 April 2025.
Sementara itu, Novel Baswedan mengatakan bahwa aneh jika penyidik KPK digugat perdata ke Pengadilan Negeri Bogor. Rossa Purbo, menurut Novel, merupakan aparat penegak hukum.
"Bayangkan penegak hukum biarpun dia sebagai penyidik, penyelidik bahkan hakim ketika bekerja, mereka itu bekerja untuk dan atas nama negara. Dalam hal ini ada beberapa institusi tentunya," kata Novel.
Dia pun merasa prihatin, sebab gugatan perdata ini merupakan serangan balik secara personal untuk Rossa Purbo Bekti.
"Dalam pandangan saya, saya melihat ini adalah serangan balik kepada personal yang sedang melakukan tugas demi kepentingan negara dalam upaya pemberantasan korupsi," ujarnya.
Ketua IM57+, Lakso Anindito menjelaskan upaya pengusutan kasus korupsi lama itu merupakan bentuk mengatasi strategic litigation against public participation (slapp).
Lakso bersama jajaran IM57+ bersedia mendampingi Rossa Purbo karena hakim meminta agar yang mendampinginya bukan dari Tim Biro Hukum KPK. Lakso juga memiliki alasan untuk mendampingi Rossa Purbo.
"Karena di sini untuk menunjukkan bahwa kita memahami bagaimana proses yang dilakukan oleh KPK dan saya ingin menegaskan bahwa IM57+ Institute standing-nya ada di samping teman-teman penyidik KPK. Dan, apa yang dilakukan oleh Rossa Purbo Bekti dan kawan-kawan itu merupakan sudah merupakan upaya yang tepat dan benar," kata Lakso.
Pun, dia menilai bahwa gugatan perdata kepada Rossa ini sangat mengada-ada. Sebab, alasan gugatan karena Rossa tak memberikan izin Agustiani untuk berobat ke luar negeri.
"Alasan gugatan mulai dari penolakan untuk berobat dan lain-lain di luar negeri sampai dengan mengapa perkara ini diproses kembali padahal sudah ada apa namanya, putusan hukum yang berkekuatan hukum tetap," kata Lakso.
"Perlu diingat kawan-kawan semua bahwa dalam pengembangan proses penyidikan, dalam pengembangan proses penyelidikan, dalam pengembangan proses penuntutan, itu sangat mungkin untuk dibuka adanya kasus baru, untuk melihat siapa saja yang berkaitan," sambugnya.
Diketahui, mantan Anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina menggugat penyidik KPK Rossa Purbo Bekti ke Pengadilan Negeri Bogor.
Gugatan ke PN Bogor Kelas IA didaftarkan tim kuasa hukum yang dipimpin Army Mulyanto yang didampingi oleh suami Agustiani Tio, Adrial Wilde.
Army menerangkan, gugatan dilayangkan Agustiani Tio ke PN Bogor Kelas IA karena Bogor menjadi lokasi tempat tinggal Rossa Purbo Bekti.
Army menegaskan, gugatan perdata juga dilayangkan karena Agustiani Tio mengklaim pernah ditawarkan gratifikasi hukum oleh tergugat, yakni Rossa Purbo Bekti ketika ibu rumah tangga itu berstatus sebagai saksi di KPK.
Halaman Selanjutnya
Sementara itu, Novel Baswedan mengatakan bahwa aneh jika penyidik KPK digugat perdata ke Pengadilan Negeri Bogor. Rossa Purbo, menurut Novel, merupakan aparat penegak hukum.