Jakarta, VIVA – Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengungkap negara-negara sahabat turut mengirimkan bantuan ke Indonesia untuk menyelesaikan persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Salah satu negara yang mengirimkan bantuan tersebut adalah Jepang.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pengiriman bantuan ini merupakan wujud kerja sama antara Kementerian Pertahanan dari berbagai negara sahabat.
"Kami juga menerima bantuan dari negara sahabat, Jepang uang memberikan bantuan bilateral antara kedua Kementerian Pertahanan dalam bentuk mengirim pesawat untuk mengatasi kebakaran hutan di wilayah kita," ucap Sjafrie kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 31 Agustus 2026.
Dalam kesempatan itu, Sjafrie juga mendorong semua pihak untuk gotong-royong mengatasi karhutla. Termasuk pengusaha-pengusaha juga diminta mengeluarkan alat untuk mengatasi persoalan tersebut.
"Jadi kita harus bergotong royong, mengatasi ini semuanya. Ya. Tadi saya sudah kasih tahu, minta pengusaha-pengusaha yang punya alat berat, alutsista, helikopter water bombing, perbantukan kepada BNPB," jelas dia.
Sebelumnya diberitakan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak membakar lahan demi mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Plt. Kapusdatin BNPB, Berton Suar Pelita Panjaitan, juga meminta masyarakat untuk aktif melaporkan jika menemukan titik api. Sehingga api bisa cepat dipadamkan.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak membakar lahan, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi berkembang menjadi karhutla,” ujar Berton, Sabtu 29 Agustus 2026.
Dia menyebut masyarakat bisa langsung menghubungi layanan darurat (call center) BNPB melalui nomor 117.
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa pemerintah masih terus melakukan pemadaman pada titik-titik api yang masih muncul.
“Pemerintah tidak tinggal diam. Saat ini penanganan karhutla terus dilakukan,” ungkap Berton.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selain itu, Berton juga mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di wilayah terdampak agar mengurangi aktivitas di luar dan memakai masker ketika pergi ke luar rumah.
“Kami juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Apabila beraktivitas di luar rumah, diharapkan menggunakan masker,” jelasnya.
35 Persen Anak Muda Lajang di Jepang Tak Mau Menikah, Alasannya Pendapatan hingga Kehilangan Waktu Hobi
Sebanyak 35 persen anak muda yang belum menikah di Jepang mengatakan tidak berencana untuk menikah, demikian menurut hasil survei pemerintah yang dirilis, Senin.
VIVA.co.id
31 Agustus 2026

2 weeks ago
25













