VIVA – Tidur lewat tengah malam mungkin terasa biasa bagi Anda yang terbiasa bekerja hingga larut. Sesekali melakukannya mungkin tidak langsung menimbulkan masalah, namun, jika tidur larut sudah menjadi kebiasaan dan membuat waktu tidur semakin pendek, maka tubuh bisa mendapatkan dampaknya.
Salah satu organ yang perlu diperhatikan adalah jantung. Sebab, waktu tidur bukan hanya kesempatan bagi tubuh untuk beristirahat, tetapi juga berkaitan dengan pengaturan tekanan darah, detak jantung, metabolisme, dan berbagai proses penting lainnya. Karena itu, kebiasaan tidur yang buruk dalam jangka panjang dapat berpengaruh terhadap kesehatan jantung.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Mengapa tidur berkaitan dengan kesehatan jantung?
Saat tidur, tubuh mengalami sejumlah perubahan yang membantu sistem kardiovaskular beristirahat. Detak jantung dan tekanan darah umumnya menurun ketika seseorang tidur. Proses ini menjadi bagian dari pola alami tubuh selama 24 jam yang disebut ritme sirkadian.
Masalah dapat muncul ketika Anda terlalu sering tidur larut, kurang tidur, atau memiliki jadwal tidur yang berubah-ubah. Kondisi tersebut dapat mengganggu ritme sirkadian dan membuat tubuh tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup.
Orang dewasa, umumnya membutuhkan sekitar tujuh hingga sembilan jam tidur setiap malam. Jadi, tidur lewat tengah malam sebenarnya tidak selalu menjadi masalah jika Anda tetap mendapatkan durasi tidur yang cukup dan jadwalnya konsisten.
Lantas, apa yang bisa terjadi pada jantung jika sering tidur larut? Berikut beberapa dampaknya, sebagaimana dihimpun Viva dari American Heart Association, Minggu, 30 Agustus 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
1. Tekanan darah dapat terganggu
Saat tidur, tekanan darah biasanya ikut menurun. Namun, kurang tidur dan kualitas tidur yang buruk dapat mengganggu pola tersebut. Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus, tekanan darah dapat menjadi lebih sulit dikendalikan. Tekanan darah tinggi sendiri merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke.
2. Risiko penyakit kardiovaskular dapat meningkat
Kebiasaan tidur yang tidak sehat dalam jangka panjang dikaitkan dengan peningkatan risiko masalah kardiovaskular. Hubungan tersebut tidak hanya berkaitan dengan berapa lama seseorang tidur, tetapi juga kualitas dan keteraturan waktu tidurnya. Artinya, tidur cukup tetapi jadwalnya sangat tidak teratur juga tetap perlu diperhatikan.
Halaman Selanjutnya
3. Ritme sirkadian bisa terganggu Tubuh memiliki jam biologis yang mengatur berbagai fungsi selama 24 jam, termasuk tidur, tekanan darah, hormon, dan fungsi jantung. Sering tidur larut, terutama jika disertai jadwal tidur yang berubah-ubah, dapat mengganggu ritme tersebut. Dalam jangka panjang, gangguan ritme sirkadian dapat berhubungan dengan berbagai faktor risiko penyakit jantung.

2 weeks ago
26













