Jakarta, VIVA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat lonjakan signifikan dalam jumlah penumpang selama periode mudik Lebaran 2025.
Hingga 4 April 2025 pukul 07.00 WIB, total tiket yang telah terjual mencapai 4.003.411 atau sekitar 87% dari kapasitas yang tersedia. Dengan arus balik yang mulai meningkat.
KAI memprediksi puncak kepadatan akan terjadi pada 6 April 2025.
Vice President Public Relations KAI Anne Purba mengungkapkan bahwa hingga saat ini, sebanyak 2.829.610 pelanggan telah diberangkatkan menggunakan layanan kereta api sejak periode angkutan Lebaran dimulai pada 21 Maret 2025.
Suasana arus balik lebaran di stasiun (Foto Istimewa).
Photo :
- VIVA.co.id/Zendy Pradana
“KAI memperkirakan puncak arus balik akan terjadi pada 6 April 2025 (H+5) dengan jumlah penumpang mencapai 267.613 orang. Oleh karena itu, KAI mengimbau masyarakat yang belum memiliki tiket untuk segera melakukan pemesanan agar mendapatkan jadwal perjalanan yang sesuai,” ujar Anne, Jumat 4 April 2025 dikutip dalam keterangan resmi.
Berdasarkan data KAI, sejak 1 April 2025 tren arus balik sudah menunjukkan peningkatan. Pada 1 April, jumlah penumpang mencapai 252.898 orang dalam sehari, terdiri dari 205.725 penumpang KA Jarak Jauh dan 47.173 penumpang KA Lokal.
Tren ini terus meningkat pada 2 April dengan total 274.186 penumpang dan kembali mencapai angka serupa pada 3 April dengan 274.068 penumpang.
“Hari ini, 4 April 2025 hingga pukul 07.00 WIB, angka penjualan sementara mencatat sebanyak 227.112 orang akan bepergian menggunakan kereta api, dengan rincian 193.303 penumpang KA Jarak Jauh dan 33.809 penumpang KA Lokal," beber Anne.
Dari data yang ada, sejak 1 hingga 5 April, jumlah penumpang harian bahkan melampaui puncak arus mudik yang terjadi pada 28 Maret lalu, yang mencapai 215.564 orang.
Peningkatan jumlah penumpang ini juga tidak terlepas dari adanya kuota BBM subsidi yang telah dialokasikan oleh pemerintah untuk operasional KAI pada tahun ini.
Anne menyebutkan bahwa pada 2025, pemerintah menetapkan kuota sebesar 209.809 kiloliter (KL) BBM subsidi untuk kereta api, meningkat sekitar 6,7% dibandingkan tahun sebelumnya.
“Hal tersebut menunjukkan perhatian besar terhadap kelancaran operasional transportasi kereta api di Indonesia, yang memberikan manfaat bagi banyak masyarakat, terutama pada momen mudik Lebaran ini,” kata Anne.
Selain itu, KAI juga telah menyiapkan kapasitas besar guna mengakomodasi tingginya minat masyarakat menggunakan transportasi kereta api. Dari total 4.591.510 tempat duduk yang disediakan untuk periode angkutan Lebaran, sekitar 59,94% dialokasikan untuk layanan kereta ekonomi dengan harga lebih terjangkau.
Dengan tingginya okupansi kereta jarak jauh yang mencapai 100%, KAI terus berupaya memberikan layanan terbaik kepada pelanggan.
“Kuota tersebut akan digunakan untuk berbagai jenis kereta api, baik untuk penumpang maupun barang. Peningkatan kuota BBM subsidi ini akan dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan tetap mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) guna memastikan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi dalam setiap pengelolaan serta distribusi BBM,” tambah Anne.
KAI mengimbau para pemudik yang belum memiliki tiket arus balik untuk segera melakukan pemesanan, mengingat jumlah tempat duduk yang tersisa semakin terbatas.
Dengan prediksi puncak arus balik pada 6 April, diharapkan masyarakat dapat merencanakan perjalanan mereka dengan baik agar tetap mendapatkan kenyamanan selama perjalanan.
Halaman Selanjutnya
Tren ini terus meningkat pada 2 April dengan total 274.186 penumpang dan kembali mencapai angka serupa pada 3 April dengan 274.068 penumpang.