Gara-gara aturan Impor Donald Trump Mobil China Bisa Terancam

8 hours ago 3

Sabtu, 5 April 2025 - 10:11 WIB

VIVA – Mobil-mobil China yang beredar di Amerika Serikat akan terancam setelah Presiden Donald Trump mengumumkan kenaikkan tarif impor untuk Tiongkok sebesar 34 persen, lebih besar 2 persen dari Indonesia.

Artinya barang-barang yang dikirim dari China ke Amerika Serikat harganya akan melambung tinggi, termasuk mobil ramah lingkungan, seperti BEV (Battery Electric Vehicle), hingga komponen utama baterai.

Ilustrasi Donald Trump dan kebijakan tarif mobil impor

Bahkan Donald Trump akan mencabut kredit pajak senilai 7.500 dolar untuk pembelian mobil listrik dalam kondisi baru, dan berencana menagguhkan dana miliaran dollar untuk pembangunan SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum).

Adapun kebijakan yang akan membebankan produsen otomotif China itu bisa meguntungkan negara lain, salah satunya Inggris. Seperti yang disampaikan Chief Executive Officer Electric Car Scheme, Thom Groot.

“Harga mobil listrik di Inggris selama ini terlalu tinggi dan banyak konsumen merasa terbebani karena harganya tidak terjangkau. Jika ekspor mobil listrik dari China (ke Amerika) dialihkan ke Inggris harganya bisa turun,” ujarnya dilansir Mashable, Sabtu 5 April 2025.

Sejumlah brand asal Tiongkok yang sudah dipasarkan di Inggris diantaranya ada BYD, GWM (Great Wall Motor) bersama aliansinya ORA, dan MG (Morris Garage).

Dari semua brand tersebut berdasarkan data Society pf Motor Manufacturers and Traders, market share BEV besutan negeri tirai bambu di Inggris terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Sebelumnya pangsa pasar mobil listrik China di negeri Ratu Elizabeth itu hanya 2 persen, adapun jika diukur dari periode 2019 sampai 2023 peningkatannya mencapai 33,4 persen.

Artinya semakin banyak pengguna mobil pelahap seterum Tiongkok di negara tersebut, walaupun statusnya masih impor.

Menanggapi hal itu seoarang pengamat otomotif di pasar Eropa, yaitu Matthias Schmidt, adanya kenaikkan tarif impor yang diputuskan Donald Trumph untuk Uni Eropa akan menjadikan pasar Inggris bergeliat.

“Inggris menjadi pasar yang lebih menarik bagi produsen mobil listrik China, karena mereka tidak memberlakukan tarif anti-subsidi seperti yang dilakukan Eropa,” tegasnya, masih menurut sumber yang sama.

Halaman Selanjutnya

Dari semua brand tersebut berdasarkan data Society pf Motor Manufacturers and Traders, market share BEV besutan negeri tirai bambu di Inggris terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |