Keuangan BCA Syariah Tahun 2024 Solid, Pembiayaan Emas Tembus Rp153 Miliar

6 hours ago 2

Jumat, 28 Februari 2025 - 18:57 WIB

Jakarta, VIVA – PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) membukukan pertumbuhan laba sebesar 19,5 persen secara year on year (yoy). Semua indikator kinerja finansial baik aset, pembiayaan, maupun Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat positif selama periode 2024. 

Hingga Desember 2024, aset BCA Syariah mencapai Rp 16,6 triliun atau meningkat 15 persen secara tahunan. Lonjakan ditopang pertumbuhan DPK di semua produk baik tabungan, giro maupun deposito yang mencerminkan peningkatan minat masyarakat untuk menabung di BCA Syariah. 

Dana tabungan naik 17,9 persen sementara giro melesat 21 persen secara yoy menjadikan perolehan dana murah (Current Account Saving Account atau CASA) naik sebesar 19,4 persen secara tahunan. BCA Syariah mampu menjaga komposisi CASA pada 2024 di level 37,8 persen terhadap DPK.

Pertumbuhan DPK mencapai Rp 13,2 triliun atau meningkat sebesar 20,3 persen dari tahun ke tahun. Di mana penyaluran pembiayaan tersebar di semua segmentasi dari komersial, UMKM dan Komersial.

Pembiayaan konsumer yang mencakup KPR iB, KKB iB dan Emas iB memberikan kontribusi paling tinggi mencapai 74,7 persen dibandingkan pertumbuhan segmen pembiayaan lainnya. Kinclongnya produk keuangan ini ditopang berbagai kegiatan inklusi dan literasi untuk mendorong pemahaman masyarakat terhadap manfaat pembiayaan konsumer, khususnya di BCA Syariah.

Diantara produk konsumer BCA Syariah, pembiayaan Emas iB tumbuh paling tinggi sebesar 198,6 persen yoy mencapai Rp 153 miliar. Disusul pembiayaan KPR iB yang tumbuh 73,4% yoy mencapai Rp1,2 triliun. 

"Pertumbuhan yang solid ini didorong oleh kemampuan perusahaan untuk mengakselerasi teknologi dan adaptasi layanan yang didukung oleh pengelolaan sumber daya manusia dan manajemen risiko yang baik," ujar Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum dikutip dari keterangan resmi pada Jumat, 28 Februari 2025. 

Secara komposisi, pembiayaan BCA Syariah ditopang oleh pembiayaan komersial yang mencapai Rp7,4 triliun dengan pertumbuhan sebesar 17 persen secara tahunan. Penyaluran pembiayaan dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian yang tercermin pada Non Performing Financing (NPF) gross terjaga di posisi 1,54 persen.

Sementara itu, penyaluran pembiayaan pada sektor Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KUB) tercatat sebesar Rp 2,8 triliun atau menguat 4,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Komposisi pembiayaan hijau BCA Syariah sebesar 26,4 persen dari total pembiayaan di 2024. 

Yuli optimis perseroan mampu mempertahankan pertumbuhan kinerja di tahun 2025. BCA Syariah menargetkan pertumbuhan double digit pada aset, DPK dan pembiayaan hingga akhir tahun ini. 

"Tahun 2025 akan memperkuat penyaluran pada sektor efisiensi energi, eco efficient dan transportasi ramah lingkungan. Kami akan melakukan pengembangan dan terus meningkatkan pemahaman mengenai pembiayaan hijau sehingga mampu meningkatkan portfolio berkelanjutan baik yang eksisting maupun yang belum terjangkau saat ini," jelas Yuli. 

Halaman Selanjutnya

"Pertumbuhan yang solid ini didorong oleh kemampuan perusahaan untuk mengakselerasi teknologi dan adaptasi layanan yang didukung oleh pengelolaan sumber daya manusia dan manajemen risiko yang baik," ujar Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum dikutip dari keterangan resmi pada Jumat, 28 Februari 2025. 

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |