Puncak Jaya, VIVA — Bentrokan antar dua kelompok massa pendukung Bupati dan Wakil Bupati Puncak Jaya, Papua, pecah sejak Jumat (4/4/2025) dan menyebabkan lebih dari seratus orang mengalami luka-luka. Kerusuhan juga disertai aksi pengrusakan dan pembakaran rumah warga di Distrik Pagaleme, Puncak Jaya.
Aksi saling serang ini terus meluas hingga ke Lapangan Kali Mati depan Kantor Distrik Pagaleme. Bentrokan dipicu oleh pembakaran satu unit rumah milik mantan anggota dewan yang diketahui merupakan simpatisan salah satu kelompok.
“Aksi saling serang dua kelompok massa pendukung ini, melakukan aksi penyerangan hingga ke Lapangan Kali Mati Depan Kantor, Distrik Pagaleme yang dipicu karena adanya 1 unit rumah milik mantan anggota dewan dirusak dan dibakar yang juga merupakan pendukung di salah satu kelompok,” kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ignatius Benny Andy Prabowo, Sabtu (5/4/2025).
Benny menjelaskan bahwa peristiwa ini telah berlangsung sejak Rabu (2/4/2025) dan hingga saat ini, bentrokan telah menyebabkan banyak korban luka-luka serta sejumlah rumah warga hangus terbakar.
“Saling serang antar massa pendukung pecah di seputaran Usir Belakang sampai dengan Kali Belakang Kampung Usir. Selanjutnya personel Polres Puncak Jaya, dengan Wakapolres Puncak Jaya, dan Kabag Ops Polres Puncak Jaya menuju ke tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran. Kemudian merespon kembali aksi saling serang antar massa pendukung di Usir Belakang,” lanjutnya.
Sementara itu, di tempat terpisah, Kapolres Puncak Jaya AKBP Kuswara mengungkapkan bahwa saat bentrokan terjadi, aparat kepolisian berusaha membubarkan massa dengan tembakan peringatan menggunakan senjata laras licin.
“Pukul 16:15 WIT, adanya bunyi tembakan yang diduga dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) ke arah personel Brimob yang melakukan penyisiran di Kali Belakang Kampung Usir sehingga terjadi kontak tembak,” jelas Kapolres.
Ia menambahkan, bentrokan sempat mereda setelah Satgas Brimob dan personel Polres melakukan penyisiran dan berhasil mengamankan dua warga sipil yang kedapatan membawa dua pucuk senjata laras panjang.
“Selanjutnya, seluruh personel Polres Puncak Jaya dan BKO Brimob, dengan dipimpin Kabag Ops Polres Puncak Jaya meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP), namun aksi saling serang terjadi di Kampung Usir Belakang. Kemudian polisi menuju ke lokasi kejadian aksi saling serang di sekitar Kali Mati depan Kantor Distrik Pagaleme,” tambahnya.
Berdasarkan data sementara, setidaknya 59 orang mengalami luka akibat terkena panah, dua unit rumah warga terbakar, serta enam unit honai (rumah adat Papua) ikut hangus dilalap api.
Halaman Selanjutnya
Ia menambahkan, bentrokan sempat mereda setelah Satgas Brimob dan personel Polres melakukan penyisiran dan berhasil mengamankan dua warga sipil yang kedapatan membawa dua pucuk senjata laras panjang.