Jakarta, VIVA – Maarten Paes memiliki momen-momen spesial bersama Timnas Indonesia. Namun sayangnya, dia tak bisa membagikan hal tersebut kepada sang nenek, orang yang memiliki keterkaitan erat dengan proses naturalisasinya.
Momen spesial pertama Paes membela Timnas Indonesia yang ingin dia tunjukkan kepada sang nenek adalah debutnya di markas Timnas Arab Saudi dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Saat itu dia menyelamatkan Skuad Garuda dari kebobolan setelah menahan penalti lawan.
Yang membuat Paes semakin senang kala itu, meski main kandang lawan, tapi suporter Timnas Indonesia tetap ada di tribun. Mereka membuat keriuhan yang menjadikan laga itu seperti di kandang sendiri.
"Saya ingin sekali menunjukkan semuanya padanya. Pertandingan yang saya mainkan, pertandingan pertama saya, debut saya di Arab Saudi. Saya menyelematkan penalti. Debut saya di sana hebat," kata Maarten Paes dalam podcast SEG Stories.
"Saya tidak akan berbohong jika ada 30 ribu orang Indonesia di Arab Saudi. Suaranya memekkan telinga," imbuh kiper asal klub FC Dallas tersebut.
Pertandingan berikutnya adalah melawan Timnas Australia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Di momen itulah Paes merasakan bagaimana kegilaan publik Indonesia terhadap sepakbola.
Tribun SUGBK dipenuhi suporter Timnas Indonesia. Mereka membuat atmosfer stadion menjadi sangat hangat bagi para pemain, dan menurut Paes itu seperti pertandingan sepakbola di Amerika Selatan.
"Setelah itu kami memainkan pertandingan kandang melawan Australia. Tiketnya terjual habis, 82 ribu orang. Anda dapat membandingkannya dengan pertandingan di Amerika Selatan, Boca Juniors atau River Plate," tutur Paes.
"Itu adalah hal yang sangat istimewa untuk dialami. Saya dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam dua pertandingan pertama, jadi itu semacam dorongan bagi saya," tambahnya.
Momen spesial berikutnya Paes bersama Timnas Indonesia saat menang atas Timnas Arab Saudi di SUGBK. Kemenangan yang membuat motivasi para pemain Skuad Garuda untuk lolos ke Piala Dunia meningkat.
"Kami menang 2-0 di kandang melawan Arab Saudi. Dan Arab Saudi mengalahkan Argentina di Piala Dunia terakhir. Saya menghentikan penalti dari orang yang mencetak gol kemenangan melawan Argentina," ujar Paes.
Halaman Selanjutnya
"Setelah itu kami memainkan pertandingan kandang melawan Australia. Tiketnya terjual habis, 82 ribu orang. Anda dapat membandingkannya dengan pertandingan di Amerika Selatan, Boca Juniors atau River Plate," tutur Paes.