Rabu, 2 April 2025 - 12:10 WIB
Papua, VIVA – Prajurit TNI Angkatan Darat dari Satuan Tugas (Satgas) Batalyon Infanteri (Yonif) 512/Quratara Yudha yang saat ini bertugas di wilayah Pegunungan Bintang, Papua berhasil menemukan ladang ganja yang diduga milik kelompok separaris bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) di hutan Serambakon, Pegunungan Bintang.
Temuan ladang ganja itu terjadi pada hari Jum'at, 28 Maret 2025 lalu, setelah puluhan prajurit TNI AD dibawah komando Dansatgas Yonif 512/QY, Letkol Inf Galih Sakti Pramudyo itu melakukan operasi penyisiran di tengah hutan setelah mendapatkan informasi tentang adanya aktivitas kelompok bersenjata OPM Papua di wilayah Pegunungan Bintang.
Berdasarkan informasi intelijen tersebut, Dansatgas Yonif 512/QY Letkol Inf Galih Sakti langsung memimpin pasukan untuk bergerak dengan senyap ke titik lokasi yang dicurigakan.
Dengan penuh kewaspadaan dan kesigapan, akhirnya Satgas Yonif 512/QY yang mendapatkan tugas menjaga wilayah perbatasan RI-Papua Nugini (PNG) itu melihat sebuah gubuk yang terbuat dari kayu di tengah hutan. Para prajurit TNI AD itu pun langsung meringsek masuk ke lokasi yang diduga salah satu tempat persembunyian kelompok OPM Papua tersebut.
Namun sayangnya, gubuk tersebut dalam keadaan kosong. Diduga operasi penyisiran markas OPM itu sudah tercium oleh musuh.
Kendati demikian, Dansatgas Yonif 512/QY Letkol Inf Galih Sakti menemukan sejumlah barang bukti yang diduga kuat terkait dengan aktivitas kelompok separatis bersenjata OPM di dalam gubuk tersebut. Diantaranya satu buah bendera bintang kejora (OPM) dan tiga buah panel solar sell.
Selain itu, prajurit Satgas Yonif 512/QY juga menemukan ratusan pohon ganja yang tertanam tak jauh dari gubuk tersebut. Operasi penyisiran hutan pun terus dilanjutkan dengan kekuatan siaga penuh.
Dilansir VIVA Militer dari keterangan Korem 172/Pwy, Rabu, 3 April 2025, prajurit Satgas Yonif 512/QY telah menyisir ladang seluas kurang lebih 5.000 m², dan prajurit Satgas Yonif 512/QY berhasil menemukan sebanyak 204 batang pohon ganja.
Ladang ganja yang ditemukan pun langsung diamankan dan dimusnahkan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Keberhasilan ini menjadi pukulan telak bagi jaringan OPM yang selama ini memanfaatkan hasil ilegal tersebut untuk mendukung aktivitasnya.
Dansatgas Yonif 512/QY, Letkol Inf Galih Sakti Pramudyo mengatakan, operasi ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan untuk menumpas kelompok bersenjata yang meresahkan serta menjaga stabilitas dan keamanan di wilayah Papua.
"Kami akan terus menjalankan tugas dengan profesionalisme dan ketegasan demi menjaga kedaulatan negara. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh propaganda kelompok ini serta tetap bekerja sama dengan aparat keamanan," kata Dansatgas Yonif 512/QY Letkol Inf Galih Sakti Pramudyo.
VIVA Militer:Prajurit Satgas Yonif 512/QY serbu markas OPM di Pegunungan Bintang
Dia menegaskan, keberhasilan operasi ini menunjukkan komitmen TNI dalam menjaga keamanan serta memberantas aktivitas ilegal yang merugikan masyarakat. "Satgas Yonif 512/QY akan terus melakukan patroli dan operasi pengamanan guna memastikan wilayah Pegunungan Bintang tetap aman dan kondusif," ujarnya.
Barang bukti diserahkan ke Kepolisian
Hasil temuan 204 batang pohon ganja, bendera bintang kejora, dan tiga buah panel solar sell itu langsung diserahkan Dansatgas Yonif 512/QY Letkol Inf Galih Sakti Pramudyo kepada Wakapolres Pegunungan Bintang, Kompol Micha Toding Potty.
Dalam keterangannya, Kompol Micha menegaskan bahwa temuan ini menjadi bukti nyata bahwa aparat keamanan terus berupaya menekan aktivitas kelompok separatis di Papua.
"Kami akan menindaklanjuti temuan ini dengan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap jaringan yang terlibat. Ini adalah hasil kerja sama yang solid antara TNI dan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Pegunungan Bintang," ujar Kompol Micha.
Dengan penemuan ini, aparat keamanan semakin meningkatkan kewaspadaan dan patroli di daerah rawan guna memastikan tidak ada lagi aktivitas ilegal yang mengancam stabilitas keamanan di Papua.
"Sinergi antara TNI dan Polri terus diperkuat untuk memastikan situasi tetap kondusif dan masyarakat dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan aman," kata Kompol Micha.
Pesawat TNI AU yang Membawa Misi Kemanusiaan Presiden Prabowo Tiba di Myanmar
Misi kemanusiaan ini dilakukan karena perintah Presiden RI Prabowo Subianto
VIVA.co.id
2 April 2025